SWASEMBADA BERAS ERA PRESIDEN SOEHARTO VS PRESIDEN JOKOWI

Swasembada Beras dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. Pengan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian,perkebunan dan lain-lain. Jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar.

Negara agraris, mungkin sebutan itu lebih tepat jika diberikan kepada Indonesia 28 tahun lalu. Pada saat itu, tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras. Di bawah kendali presiden Soeharto saat itu, petani Indonesia secara gotong royong dan suka rela berhasil mengumpulkan 100.000 ton gabah yang kemudian disumbangkan untuk negara yang mengalami kelaparan khususnya negara-negara di Afrika. Dari pencapainya itu, berbagai kebijakan krusial terkait keberhasilan dalam swasembada beras pada saat itu, mamang bukan dengan biaya yang sedikit dan juga tidak mudah pula dalam pelaksanaanya.

Trasmigrasi yang digalakkan untuk mengisi lahan-lahan pertanian sukses dilakukan. Intensifikasi produksi pertanian yang dapat mempercepat siklus tanam gencar disosialisasikan. Kemudian ditunjang dengan peralatan-peralatan teknik yang memudahkan petani dalam menyediakan sarana pertanian, seperti irigasi maupun pengadaan benih unggul adalah bagian dari fokus utama pemerintah pada saat itu.

Banyak ahli pertanian mendesak pemerintahan Jokowi-JK agar melakukan “langkah tak biasa” dalam hal mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Dan tuntutan itu secara pelan namun pasti dan bertahap dijawab Jokowi-JK dengan memulai langkah strategis dengan menggenjot pembangunan irigasi. Selain membangun irigasi baru, Jokowi juga berusaha keras merevitalisasi irigasi tua yang selama ini sudah tidak digunakan lagi. Banyak pembangunan infrastruktur dan sarana yang secara langsung ditujukan untuk pembangunan sarana pertanian, dan semuanya secara langsung memberikan kontribusi untuk mencapai swasembada pangan terutama swasembada beras.

Sistem irigasi merupakan hal penting dalam pembangunan prasarana pertanian. Pekerjaan prasarana lain yang berdampak langsung dalam pencapaian tujuan negara untuk berswasembada pangan adalah program besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan rehabilitasi jalan dan pelabuhan.
Pemerintah juga secara sinergis melakukan pencetakan lahan pertanian baru berupa tanah sawah di luar Pulau Jawa, seperti target 1,2 juta hektare sawah baru di Merauke, Papua. Untuk menciptakan surplus 10 juta ton beras diperlukan minimal pencetakan areal persawahan baru sebesar 1 juta hektare. Selain menciptakan lahan pertanian baru ini, diupayakan juga agar lahan persawahan yang ada tetap lestari dan tidak dialihfungsikan.

Berkah Kulina Nusantara
Supplier Beras Surabaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s