ADA BEBERAPA HAL DALAM IDENTIFIKASI MUTU DAN KUALITAS BERAS

Beras adalah bulir padi yang sudah terpisah dari sekamnya. Mengolah padi hingga menjadi beras harus melewati tahapan menumbuk gabah dengan menggunakan lesung. Gabah yang terkelupas kulitnya itulah yang dinamakan beras. Beras yang sering kita konsumsi ini berwarna putih dan memiliki ukuran yang sangat kecil. Saat menggenggam beras rasanya sama seperti menggenggam pasir karena ukuran yang sangat kecil dan cukup halus. Disamping itu beras memiliki beberapa jenis dan warna yaitu, beras merah, beras hitam, dan beras ketan. Kedua beras tersebut memiliki ukuran yang lebih kecil dari beras putih pada umumnya dan untuk beras ketan memiliki warna yang lebih transparan daripada beras putih. Biasanya semua jenis beras ini dimasak dengan cara menanank nasi hingga tanak atau untuk lebih mudahnya dapat menggunakan rice cooker untuk memasaknya.

Beras sebagai menu pokok harian yang selalu dikonsumsi oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia ini memiliki kandungan pati yang cukup besar dibandingkan dengan sereal. Selain itu, dalam beras juga mengandung vitamin, protein, mineral, dan air. Beras yang mengandung karbohidrat ini sangat dibutuhkan untuk Anda yang memiliki banyak aktivitas karena karbohidrat berguna sebagai pemasok energi untuk tubuh.

Cara Identifikasi Mutu dan Kualitas Beras yaitu Kontrol mutu pada beras giling harus berpedoman pada standar mutu kualitatif dan kuantitatif. Beras giling adalah beras utuh atau patah yang diperoleh dari proses penggilingan gabah hasil tanaman padi (Orizae sativa L) yang seluruh lapisan sekamnya terkelupas atau sebagian lembaga dan bekatul telah dipisahkan. Standar mutu kualitatif beras meliputi bebas hama dan penyakit, bebas bau busuk, asam dan bau lainnya, bebas dari bekatul dan bebas dari tanda-tanda adanya bahan kimia yang membahayakan. Berdasarkan standar mutu yang dibuat oleh SNI, beras giling dibedakan menjadi beberapa golongan mutu sesuai dengan kriterianya. Mutu I merupakan katagori beras super yang hanya terdiri dari beras kepala atau bahkan di atasnya (beras utuh saja). Mutu II dan III merupakan katagori beras berkualitas mutu menengah.

Beras yang biasa ditemui di pasaran memang memiliki jenis berbeda-beda. Namun biasanya masyarakat lebih mengenal dengan istilah beras medium dan beras premium. beras medium dengan beras premium memiliki perbedaan yang cukup menonjol jika diperhatikan baik-baik. pertama, segi warna. Beras medium memiliki warna yang lebih semu (buram) dibandingkan dengan beras premium. Kedua, dari sisi butiran yang patah (broken). Beras medium memiliki tingkat kepatahan lebih tinggi yakni di atas 10%. Sedangkan beras premium yang tingkat kepatahannya hanya 0-10%. Ketiga, kerap kali ditemukan pada beras medium bulir beras yang bercampur dengan kotoran, seperti batu atau gabah. Sebaliknya, kotoran-kotoran semacam itu tidak ditemukan di beras premium. Keempat, dari kualitas nasi yang dihasilkan, beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen dan rasa yang lebih nikmat dari beras medium.

Berkah Kulina Nusantara
Agen Beras Surabaya Sidoarjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s