Swasembada Beras Untuk Ketahanan Pangan

Konsumsi beras untuk makanan pokok penduduk di Indonesia kian hari makin terus meningkat, hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya pendapatan. Tingginya konsumsi beras di Indonesia serta kenyataan bahwa beras dan padi menyangkut kehidupan lebih dari separuh keluarga Indonesi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya beras bagi negeri Indonesia.

Berbagai upaya pemenuhan bahan pangan terus diupayakan pemerintah melalui serangkaian kebijakan pembangunan sektor pertanian. Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat strategis dalam struktur perekonomian nasional. Untuk menjamin suksesnya pembangunan sektor pertanian sebagai sektor yang strategis tersebut, pemerintah juga mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk menunjang serangkaian proses pembangunan sektor ini.

Upaya pemerintah dalam melaksanakan pembangunan pertanian, juga telah menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor yang cukup berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Swambeda beras merupakan salah satu upaya pemerintah untuk ketahanan pangan. Swasembada beras merupakan salah satu satu upaya pengembangan sektor pertanian yang dilakukan oleh pemerintah.

Hampir seluruh wilayah sentral produksi beras di Indonesia menjalankan progam peningkatan produksi pangan strategi nasional melalui swasembada beras. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan padi untuk mencapai hasil yang masikmal tiap hektar dengan panen dua kali setahun.

Swasembada pangan diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan yang berasal dari pasokan domestik, sedangkan kecukupan pangan selain berasal dari pasokan domestik juga berasal dari perdagangan pangan. Adapun terdapat kunci sukses swasembada beras ini berkat terobosan baru dalam membangun pertanian, yaitu sebagai berikut:

1. Mengatasi paceklik musiman selama puluhan tahun diatasi dengan cara menanam padi sekitar 1,0 juta hektar per bulan Juli–September, hampir dua kali lipat dari luas tanam tahun-tahun sebelumnya.

2. Membangun infrastruktur besar-besaran dan mekanisasi pertanian. Kebijakan infrastruktur dilakukan untuk peningkatan di bidang pangan terutama padi.

3. Mengatur tata niaga pangan dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dan premium serta mengendalikan impor beras.

Akan tetapi masyarakat kini tidak perlu khawatir dengan stok beras yang ada di pasaran. Kekhawatiran masyarakat tersebut dapat tersingkirkan karena sekarang sudah tersedia berbagai Supplier Sembako Surabaya dan Supplier Beras Surabaya yang menyediakan macam-macam beras dengan harga yang terjangkau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s