Permasalahan Gula Aren Tidak Semanis Rasanya

Indonesia merupakan salah satu negera yang memiliki iklim tropis, maka tidak heran di Indonesia banyak tumbuh tanaman seperti pohon kelapa dan pohin aren. Pohon kelapa dan pohon aren menghasilkan nira. Nira merupakan cairan yang rasanya manis dan diperoleh dan bagian berbagai jenis tanaman tertentu. Nira menjadi bahan baku untuk membuat gula merah. Proses pengambilan nira dapat dilakukan dengan cara digiling, diperas, dan disadap. Terdapat banyak jenis tanaman yang dapat menghasilkan nira, yaitu diantaranya kelapa, aren, tebu, bit, sagu, kurma, nipah, siwalan, dan lain-lain.

Pohon aren adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang memproduksi buah, nira dan pati atau tepung di dalam batang. Nira aren merupakan salah satu sumber bahan pangan untuk pembuatan gula. Nira aren menjadi bahan baku utama yang menentukan kualitas gula aren. Nira aren berasa lebih manis, lebih jernih, dan lebih segar, dan jumlah padatan yang terlarut nira aren lebih rendah daripada nira kelapa. Gula aren merupakan salah satu jenis gula alami dari buah aren. Gula aren berbeda dengan gula putih yang terbuat dari batang tebu dan terasa halus. Gula aren memiliki tekstur yang lebih kasar dan tidak mengkristal.

Proses pembuatan gula aren sebagian besar masih dikerjakan secara tradisional. Bahan utama untuk pembuatan gula aren ini adalah nira dari pohon aren. Setelah bahan yang diperlukan sudah dipersiapkan kemudian air nira dimasak hingga matang dan berubah warna kecoklatan, kemudian dicetak dengan tempurung kelapa atau bambu sehingga gula yang dihasilkan berbentuk silindris.

Salah satu dari sembilan bahan pokok kebutuhan manusia adalah gula. Sebagaibarang konsumsi, gula mempunyai peranan penting dalam sistem pangan manusia, selain sebagai penyedia rasa manis, gula menjadi pemasok kalori yang cukup penting. Gula aren merupakan salah satu kebutuhan pangan hampir setiap masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk kebutuhan industri. Selain itu Gula aren yang diproduksi dari nira aren masing-masing mengandung sukrosa 84,31%, air 9,16%, lemak 0,11%, total mineral 3,66%, protein 2,28%, gula pereduksi 0,53%, fosfor 1,37%, dan kalsium 1,35%.

Kegiatan pembuatan gula aren sudah lama dilakukan oleh masyarkat Indonesia, bahkan sudah berpuluh-puluh tahun melakukan kegiatan tersebut. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (2015) Produksi gula aren di Indonesia pada tahun 2010 sebesar 24.810,55 ton, tahun 2011 sebesar 20.231,65, tahun 2012 sebesar 190.844,64, tahun 2013 sebesar 19.219,29, tahun 2014 sebesar 34.241,96. Namun masalah gula tidak semanis rasanya, bahkan karena rasanya yang manis malah membuat banyak masalah. Salah satu masalah yang ada adalah produksi gula aren yang menurun dikarenakan perubahan cuaca di Indonesia yang tidak menentu sehingga bahan baku susah didapat. Hal ini tentunya menyebabkan kelangkaan gula aren ini. Belum lagi kemarau panjang yang terjadi di beberapa bulan ini berimbas pada petani gula aren yang yang ada.

Berkah Kulina Nusantara
Supplier Gula Aren Surabaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s