Gula Import

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Oke Nurwan, mengungkap bahwa Indonesia adalah salah satu negara importir gua terbesar di dunia.

Kebijakan pemerintah yang menetapkan kuota gula import rafinasi sebesar 3,6 juta ton masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2018 membuat para petani tebu di Indonesia resah dan kebingungan. Para petani khawatir bila kondisi in tak disikapi pemerintah, gula rafinasi impor yang berlebih akan membanjiri pasar. Akibatnya gula lokal yang diproduksi petani Indonesia tak akan terserap pasar.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor gula sebanyak 1,1 juta ton. Kementerian Perdagangan menyatakan sebanyak 7 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapatkan jatah impor gula mentah sebesar 111 ribu ton. Impor ini dialokasikan untuk produksi gula konsumsi dalam negeri. Kelima perusahaan yang sudah mendapatkan izin tersebut antara lain PT Perkebunan Nusantara IX, Pabrik Gula Candi Baru, Pabrik Gula Rajawali I, Pabrik Gula Rajawali II, serta Gendhis Multi Manis. Mengacu situs inatrade Kementerian Perdagangan, Surat Perizinan Impor diberikan pada 16 Agustus 2018.

Pada Maret 2018, pemerintah melakukan kalkulasi neraca gula nasional. Hasilnya, pemerintah memutuskan untuk mengimpor gula mentah untuk kebutuhan konsumsi sebanyak 1,1 juta ton. Volume itu ditetapkan lantaran produksi gula 2018 diperkirakan hanya bisa mencapai 2,2 juta ton dengan alasan pabrik gula tak berproduksi hingga Mei 2018.

Sementara itu, konsumsi gula domestik sepanjang 2018 diproyeksi sebesar 2,9 juta ton. Ada lagi tambahan kebutuhan sebesar 1,1 juta ton pada Januari hingga Mei 2019. Pada awal 2018, stok gula milik Bulog hanya sekitar 700 ribu ton.
Alasan diberlakukannya pengimport an gula pasir ke indonesia adalah karena kualitas gula nasional belum bisa memenuhi kebutuhan gula industri. Selain kualitas, secara volume atau jumlah, produksi gula nasional juga dianggap belum memenuhi. Gula yang di impor ke Indonesia merupakan jenis raw sugar atau gula mentah yang nantinya akan diolah di dalam negeri sebagai gula rafinansi kebutuhan industri.

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai kebijakan terkait impor gula konsumsi harus dievaluasi. Hal ini perlu dilakukan karena tujuan dari dilakukannya impor tersebut adalah memenuhi kebutuhan gula konsumsi di dalam negeri dan juga menstabilkan harganya. Pemerintah membuka keran impor untuk memenuhi shortage penawaran gula konsumsi dalam negeri seperti yang dijelaskan dalam Peraturan Kementerian Perdagangan nomor 117 tahun 2015. Namun upaya pemerintah ini tidak lantas membuka perdagangan impor dengan bebas, tetapi terdapat restriksi dalam beberapa hal, seperti jumlah impor dan waktu impor yang diatur oleh pemerintah melalui rapat koordinasi antar kementerian untuk menjaga kesejahteraan produsen tebu sekaligus membuat harga gula konsumsi menjadi lebih terjangkau untuk konsumen.

Untuk itu sangat disarankan sekali pembelian gula agar mendapatkan harga termurah dilakukan di supplier gula Surabaya dikarenakan harga yang di tawarkan sangat cukup murah, tidak hanya menyediakan gula saja ditempat ini juga merupakan supplier sembako Surabaya yang menyediakan barang-barang sembako dengan harga murah ketimbang di tempat lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s